School Growth AcceleratorCohort Oktober 2026

Atasi masalah yang terus berulang. Buat sekolah Anda kembali bertumbuh.

Selama enam bulan, saya dan tim LRE bekerja bersama yayasan serta pimpinan sekolah untuk memilih 3–6 masalah yang paling menghambat pertumbuhan, memperbaiki sistemnya, lalu mengawal eksekusinya sampai perubahan mulai terlihat.

Untuk sekolah swasta dengan ARR minimal Rp2,4 miliar yang siap membuka data dan menindaklanjuti keputusan.

01

Masalah utama terlihat

Tidak lagi menebak-nebak atau mengobati gejala. Kami mencari apa yang benar-benar menahan sekolah.

02

Pimpinan bergerak searah

Yayasan, kepala sekolah, dan PIC menyepakati prioritas, peran, serta keputusan yang harus diambil.

03

Keputusan benar-benar dijalankan

Setiap prioritas memiliki ukuran, penanggung jawab, bukti kerja, dan tindak lanjut yang diperiksa.

REALITAS DI BALIK SEKOLAH YANG MANDEK

Memajukan sekolah yang sudah lama berdiri itu sulit.

Bukan karena tim Anda tidak bekerja keras. Masalahnya, kebiasaan lama, pembagian peran yang kabur, dan keputusan yang tidak ditindaklanjuti membuat program baru berakhir seperti program sebelumnya.

Lama-kelamaan sekolah terlihat sibuk, tetapi masalah yang paling menentukan mutu dan pertumbuhan tetap berada di tempat yang sama. Menambah program tidak menyelesaikan persoalan jika cara kerja organisasinya tidak berubah.

PERTANYAANNYAJika masalah yang sama kembali setiap tahun, apakah sekolah membutuhkan program baru—atau cara kerja yang baru?

Apakah ini terdengar familiar?

  • Keputusan terdengar tegas saat rapat, lalu menghilang setelahnya.
  • Program baru terus ditambah, tetapi program lama yang tidak bekerja tidak pernah dihentikan.
  • SOP sudah ada, namun setiap orang tetap bekerja dengan caranya sendiri.
  • Yayasan dan pimpinan sekolah sama-sama ingin maju, tetapi berbeda tentang apa yang harus didahulukan.
  • Target penerimaan murid terus dinaikkan tanpa membenahi pengalaman guru, murid, dan orang tua.
5/7prioritas awal mulai bergerak

HASIL DARI SALAH SATU PENDAMPINGAN

Dalam dua bulan, lima prioritas strategis mulai mencatat kemajuan.

Saat pendampingan dimulai, sekolah menetapkan tujuh prioritas organisasi. Dua bulan kemudian, lima di antaranya telah bergerak. Ketika dua kebutuhan baru muncul, keduanya dimasukkan dan kini sembilan prioritas dipantau dalam satu sistem yang sama.

+19%murid kelas X

Salah satu hasil yang tercatat selama periode pendampingan: murid kelas X meningkat dari 150 menjadi 179, atau bertambah 29 murid dibandingkan awal tahun pelajaran sebelumnya.

Angka 5/7 menunjukkan prioritas yang mencatat kemajuan, bukan seluruhnya telah selesai. Hasil setiap sekolah akan berbeda dan tidak semua perubahan dapat diatribusikan pada satu intervensi.

BAGAIMANA PROGRAM INI BEKERJA

Kami mulai dari apa yang paling menghambat. Bukan dari paket template.

Bulan pertama digunakan untuk memahami sekolah Anda. Dari sana kami memilih sedikit masalah yang paling layak diselesaikan, menentukan siapa yang harus bergerak, lalu mengawal pekerjaannya.

01

90 HARI PERTAMA

Rapikan cara sekolah bekerja

Mulai dari dalam

Kami mencari akar masalah, menyamakan arah pimpinan, lalu memasang sistem kerja yang membuat keputusan lebih jelas dan dapat ditindaklanjuti.

  • Diagnosis dan pemetaan akar masalah
  • Penyelarasan yayasan–pimpinan
  • Prioritas strategis dan ukuran keberhasilan
  • Peran, SOP, dan ritme kerja
02

90 HARI BERIKUTNYA

Buat perubahan terasa

Dorong dampak ke luar

Setelah fondasinya lebih kuat, fokus bergerak ke kualitas guru, pengalaman murid dan orang tua, serta pertumbuhan penerimaan murid.

  • Kinerja dan coaching guru
  • Mutu KBM dan pengalaman murid
  • Kepercayaan serta retensi orang tua
  • Marketing dan penerimaan murid

BUKAN KONSULTANSI YANG BERHENTI DI REKOMENDASI

Saya tidak datang membawa 50 ide baru.

Sekolah Anda kemungkinan sudah punya cukup banyak ide. Yang lebih sulit adalah memilih mana yang penting, berani mengambil keputusan, dan memastikan tim benar-benar menjalankannya.

YANG SERING TERJADI
  • Semua masalah dianggap prioritas
  • Rapat selesai tanpa pemilik keputusan
  • SOP dibuat, tetapi tidak diperiksa
  • Rekomendasi berakhir di slide
YANG KAMI LAKUKAN
  • Memilih 3–6 masalah terpenting
  • Menetapkan PIC, ukuran, dan tenggat
  • Memeriksa bukti setiap bulan
  • Mengubah arah saat cara lama tidak bekerja

MASALAH YANG DAPAT KITA KERJAKAN

Masalah sekolah jarang berdiri sendiri.

Marketing yang lemah bisa berakar pada pengalaman orang tua. Mutu yang tidak konsisten bisa berakar pada kepemimpinan. Karena itu diagnosis mendahului solusi.

LEAD01

Pimpinan tidak satu arah

  • Menyepakati prioritas yang sama
  • Memperjelas siapa memutuskan apa
  • Mengurangi koordinasi yang berputar-putar
SYSTEM02

Eksekusi sering terhenti

  • Memilih sedikit prioritas penting
  • Menetapkan ukuran dan penanggung jawab
  • Memasang SOP serta ritme review
QUALITY03

Mutu berbeda antar kelas

  • Memperjelas standar kerja guru
  • Menguatkan coaching dan mutu KBM
  • Membenahi pengalaman belajar murid
GROW04

Pertumbuhan mulai melambat

  • Memperkuat kepercayaan orang tua
  • Mengurangi masalah yang memicu keluar
  • Menyelaraskan kualitas dan marketing

APA YANG BENAR-BENAR TERJADI

Enam bulan bukan diisi dengan ceramah. Enam bulan diisi dengan pekerjaan.

01

Cari masalah yang benar

Kami membaca data, mendengar orang-orang kunci, dan melihat di mana kerja sekolah tersendat.

02

Pilih yang paling penting

Dari semua temuan, kami memilih 3–6 masalah yang paling layak diselesaikan lebih dulu.

03

Kerjakan bersama tim sekolah

Task force menjalankan keputusan dengan arahan, alat kerja, dan dukungan yang sesuai konteks.

04

Periksa buktinya

Setiap bulan kami melihat apa yang bergerak, apa yang macet, dan keputusan apa yang perlu diubah.

REVIEW BULANAN

Keputusan tidak dibiarkan menguap setelah rapat.

Kami membuka task, KPI, evidence, dan hambatan bersama-sama. Jika sesuatu tidak bergerak, pertanyaannya bukan hanya “siapa yang salah?”, tetapi “apa yang perlu diubah?”

FOUNDER-LED CONSULTING

Anda bekerja langsung dengan saya. Tim saya menjaga pekerjaan tetap bergerak.

Ryan Oktapratama
PRINCIPAL CONSULTANT

Dr. (Cand.) Ryan Oktapratama

S.Pd., B.Ed., M.Pd.

Saya memimpin diagnosis, percakapan strategis, penyelarasan pimpinan, pemilihan prioritas, dan review bulanan.

6PERSON
PROGRAM DELIVERY TEAM

Dukungan di balik pekerjaan

Tim membantu riset, koordinasi, pengembangan sistem, monitoring, dan dukungan teknologi. Keputusan strategis tetap saya pimpin langsung.

ResearchCoordinationSystem DevelopmentMonitoringTechnology
“Saya tidak ingin sekolah Anda pulang dengan lebih banyak ide. Saya ingin masalah yang dipilih benar-benar bergerak.— Ryan Oktapratama

GAMBARAN ENAM BULAN

Setiap bulan harus meninggalkan sesuatu yang dapat digunakan.

Ini bukan jadwal kaku. Urutannya dapat berubah setelah diagnosis, tetapi sekolah tetap mengetahui pekerjaan dan hasil yang diharapkan setiap bulan.

01

Bulan 1

Cari masalah yang sebenarnya

Data, percakapan stakeholder, baseline, dan akar masalah.
HASIL KERJADiagnosis & prioritas awal
02

Bulan 2

Samakan arah pimpinan

Prioritas, peran, decision rights, dan ritme koordinasi.
HASIL KERJACara kerja pimpinan
03

Bulan 3

Pasang sistem eksekusi

KPI, SOP prioritas, PIC, bukti, dan progress review.
HASIL KERJASistem eksekusi
04

Bulan 4

Perkuat kualitas guru dan KBM

Standar kinerja, coaching, dan pengalaman belajar murid.
HASIL KERJAStandar & siklus coaching
05

Bulan 5

Benahi pengalaman orang tua

Komunikasi, penanganan masalah, retensi, dan referral.
HASIL KERJAPerbaikan parent experience
06

Bulan 6

Dorong pertumbuhan berikutnya

Penerimaan murid, evaluasi hasil, dan keputusan lanjutan.
HASIL KERJARoadmap pertumbuhan

PROGRAM INI TIDAK UNTUK SEMUA SEKOLAH

Saya akan mengatakan jika program ini bukan pilihan yang tepat.

Pendampingan hanya berguna ketika sekolah siap membuka keadaan sebenarnya dan menjalankan keputusan yang mungkin tidak nyaman. Tanpa itu, enam bulan hanya akan menghasilkan lebih banyak dokumen.

Cek Kecocokan Sekolah Anda

SEKOLAH YANG KAMI CARI

  • Sekolah swasta yang telah berdiri minimal 20 tahun
  • Annual Recurring Revenue minimal Rp2,4 miliar
  • Yayasan dan pimpinan bersedia membuka data yang relevan
  • Ada PIC yang memiliki waktu dan kewenangan koordinasi
  • Siap membentuk task force lintas fungsi
  • Siap menjalankan keputusan—bukan hanya membahasnya

INVESTASI

Mulai Rp40 juta untuk enam bulan kerja bersama.

SCHOOL PARTNERSHIPCOHORT OCT 2026

Investasi mulai dari

Rp40 juta/ 6 bulan

Nilai final mengikuti kompleksitas, jumlah unit, dan masalah yang dipilih. Semua dijelaskan sebelum sekolah memutuskan bergabung.

Ceritakan Tantangan Sekolah Anda

APA YANG ANDA DAPATKAN

  • Pendampingan langsung selama 6 bulan
  • Diagnosis dan pemetaan akar masalah
  • Working session bersama pengambil keputusan
  • Sistem, SOP, dan alat kerja sesuai prioritas
  • Platform untuk memantau task, KPI, dan evidence
  • Monthly progress review serta roadmap lanjutan
Hanya 3 sekolahAgar saya dan tim dapat mengikuti masalah setiap sekolah secara dekat.

PERLU DIBAHAS DENGAN YAYASAN?

Bawa ringkasannya ke rapat pimpinan Anda.

Poster satu halaman ini merangkum fokus program, syarat sekolah, waktu pendampingan, dan investasi awal.

Buka Ringkasan Program
Poster ringkasan School Growth AcceleratorBuka ukuran penuh ↗

PERTANYAAN YANG WAJAR DITANYAKAN

Sebelum Anda mengajak tim masuk, pastikan programnya masuk akal.

Kami sudah sering mengikuti pelatihan. Apa bedanya?

Pelatihan biasanya menambah pengetahuan. Program ini dimulai dari masalah organisasi yang nyata, lalu membantu sekolah mengambil keputusan, memasang sistem, dan mengawal eksekusinya. Workshop hanya digunakan jika memang dibutuhkan untuk menjalankan prioritas.

Apakah tim sekolah kami punya waktu untuk menjalankannya?

Program ini justru memaksa sekolah mengurangi fokus. Kami memilih 3–6 prioritas, bukan menambah belasan proyek baru. Tetap dibutuhkan PIC dan task force, tetapi pekerjaan mereka diarahkan pada masalah yang sudah disepakati sebagai yang paling penting.

Kapan perubahan mulai terlihat?

Sebagian perubahan operasional dapat terlihat dalam beberapa minggu; hasil seperti mutu, kepercayaan orang tua, dan pertumbuhan murid membutuhkan waktu lebih panjang. Pada salah satu pendampingan, 5 dari 7 prioritas awal sudah mencatat kemajuan dalam dua bulan. Hasil setiap sekolah tentu berbeda.

Bagaimana jika yayasan dan kepala sekolah belum satu arah?

Itu bukan alasan untuk menunda—sering kali justru itulah masalah pertama yang perlu diselesaikan. Namun kedua pihak tetap harus bersedia duduk bersama, membuka data, dan menghormati keputusan yang telah disepakati.

Mengapa investasinya mulai Rp40 juta?

Ini bukan harga untuk enam kali pertemuan. Investasi mencakup diagnosis, working session, penyusunan sistem dan alat kerja, koordinasi implementasi, platform monitoring, serta review bulanan selama enam bulan. Ruang lingkup final mengikuti kompleksitas sekolah dan masalah yang dipilih.

Bisakah pendampingan 100% online berjalan efektif?

Bisa, jika ada PIC yang kuat. Diskusi, review data, penyusunan sistem, koordinasi task force, dan monitoring dilakukan secara daring. Tim sekolah menjalankan keputusan di lapangan lalu membawa bukti, hambatan, dan hasilnya ke sesi review.

Bagaimana jika sekolah kami ternyata tidak cocok?

Saya akan menyampaikannya pada diskusi awal. Bila masalahnya dapat diselesaikan dengan dukungan yang lebih ringan, sekolah tidak perlu dipaksakan masuk program enam bulan.

MULAI DARI MASALAHNYA

Apa masalah sekolah yang tidak ingin Anda bawa ke tahun berikutnya?

Ceritakan situasinya. Saya akan membantu melihat apakah masalah tersebut cocok ditangani melalui School Growth Accelerator—dan akan mengatakan terus terang jika tidak.

Ceritakan Tantangan Sekolah AndaWhatsApp: 0897-025-8881
Ceritakan Tantangan Sekolah Anda